Image hosted by kafilah-islam.org
Saturday, November 12, 2005
Aku dan Bintang
assalamu'alaikum wr wb dd mitha..


sekian lamanya kita tiadapernah lagi bersua dan saling bercerita tentang nikmatnya dunia perjuangan,

hingga hari ini kembali dapat kakak temukan sebuah situs yang penuh kenangan dakwah bagi kita semua anggota keluarga kafilah islam...

dd mitha,,,

semuga disana kegiatan dd semakin berjaya dalamdakwah..

dd informasi buatdd bahwa tanggal 16 november besok kita ada temu IKhwah KI III di Tangerang..

mohon do'anya


kaiskada_alamak
posted by kafilah Islam team @ 4:00 PM  
Monday, October 24, 2005
undangan
Assalamu`alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Seiring doa dan harapan dengan ini kami memberitahukan sebuah event yang berbahagia selain hari raya iedul fitri nanti InysaAlloh kami Mengundang ikhwahfillah sekalian menghadiri acara Temu Ikhwahfillah Kafilah-Islam Yang Ke 3 dan acara Walimatul usry saudara kami ukhti Ika & akhi Tomy. yang InysaAlloh akan diselengarakan pada:

Hari : Minggu 13 November 2005
Pukul : 11.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Jl. H. Mean V RT. 02/10 No. 24 Pondok Rajek -Karang Timur Tengah Tangerang

Berhubung banyak yang akan cuti, itikaf, mudik dsb maka kami memberitahukan ini diawal hati semoga tidak terlupakan dan merupakan kehormatan bagi kami sekiranya Ikhwahfillah hadir dan memberikan doa restu kepada kedua mempelai .

Hormat Kami.

Keluarga Besar Kafilah-Islam.dan


kedua mempelai

Ika dan Tomy


Catatan :
Bagi Ikhwahfillah yang berkenan datang/ hadir acar Temu Ikhwahfillah Kafilah-Islam yang ke 3 ini. bisa menghubungi contact person id yahoo d4y4ni atau email d4y4ni@yahoo.com. untuk mendata perserta yang hadir. diluar daerah/kota kami akan mengadakan penjemputan ditiap-tiap post seperti terminal dan stasiun.

yaa ayyuhaa alnnaasu ittaquu rabbakumu alladzii khalaqakum min nafsin waahidatin wakhalaqa minhaa zawjahaa wabatstsa minhumaa rijaalan katsiiran wanisaa-an waittaquu allaaha alladzii tasaa-aluuna bihi waal-arhaama inna allaaha kaana 'alaykum raqiiban

[4:1] Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (AN NISAA' (WANITA) ayat 1)

Sekian dan terima kasih atas perhatian ikhwahfillah.Jazakhumullah Khoiron Katrisan , afwanminkum bila ada pengetikan atau pengucapan yang kurang tepat.

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
posted by kafilah Islam team @ 8:38 PM  
Thursday, July 28, 2005
IHTISABUN-NAFSI ( Koreksi Diri )
Bagi seorang hamba yag sedang beribadah kepada Alloh SWT dengan mengharap RidloNya, baik ibadah Mahdloh maupun Ghoir Mahdloh, dalam berusaha supaya ibadahnya benar-benar ibadah, sementara yang namanya manusia tidak terlepas dari dua hal yakni : benar dan salah, tidak selamanya benar karena yang selamanya benar adalah Malaikat dan Nabi, tidak selamanya salah karena bukan syaitan. Oleh karenanya, supaya kita selamat dari berbuat kesalahan maka perlu ihtisabun-nafsi yakni mengoreksi diri, teliti pribadi, apakah diri kita telah berbuat dosa, sudah benarkah perilaku kita?.

Ihtisabun-Nafsi oleh diri sendiri terkadang sulit untuk bisa menemukan kesalahan diri, oleh karenanya Sayikh Abu Hamid al-Ghozali (Imam Ghozali) memberikan jalan dengan 4 cara ihtisabun-nafsi yang baik yaitu:

1. Harus mempunyai Guru, sering-sering duduk di hadapan Guru yang waspada kepada kesalahan muridnya, seorang guru yang sanggup menunjukan kesalahan dan kemudian meluruskan muridnya, guru yang waspada kepada bermacam bahaya yang akan menjatuhkan martabat muridnya di hadapan Alloh SWT.

2. Sering bersama-sama dengan sahabat yang berperilaku benar dan berani menunjukan kesalahan diri kita, karena sahabat yang berperilaku benar itu bukan yang suka membiarkan diri kita tatkala kita berbuat kesalahan.

3. Jadikan orang-orang yang membenci, memusuhi kita sebgai alat untuk mengontrol kesalahan diri, tidak semata-mata dibicarakan kejelekan oleh orang lain kalau tidak terbukti pada diri kita, namun demikian jangan terlalu percaya ada orang yang membenci kita, curiga harus tetap ada.
Jangan merasa benci kepada yang membencimu tetapi mestinya bersyukur dengan membaca tahmid karena punya sahabat yang telah mengoreksi diri, hingga kita tahu titik kesalahan diri kita. Adalah Imam Hasan Basri, ketika dia lewat pada sekumpulan orang, olehnya terdengar mereka sedang memperguncingkan dirinya, sesampai di rumahnya ia langsung mengolah masakan kemudian dikirimkan kepada orang-orang yang telah mengguncingnya sambil menyampaikan ucapan terima kasih sebab telah mengoreksi kesalahannya dan telah menanggung dosanya.

4. Dalam bergaul dengan orang lain harus bisa digunakan untuk mengoreksi diri, orang lain biasa mengerjakan pekerjakan dosa, berbuat maksiat, berbuat begitu atau berbuat begini, tentunya kitapun sama dengan orang lain biasa berbuat dosa dan khilaf, oleh karena sama-sama manusia yang memiliki nafsu, mempunyai kemauan, jadi diri kitapun tidak jauh berbeda dengan orang lain


Adalah satu hikayat yag diriwayatkan oleh Wahab bi Munabah:. Ada seorang laki-laki Bani Isroil, laki-laki tersebut beribadah puasa selama 70 tahun sambil berdo'a kepada Alloh SWT supay bisa melihat bagaimana caranya syetan menggoda manusia, akan tetap tidak juga diijabah ( dikabulkan ) oleh Alloh SWT, kemudian laki-laki tersebut berpikir ; "Andai aku mengoreksi kesalahan diri, meneliti perbuatan dosa kepada Alloh SWT, barangkali lebih baik ketimbanng permintaanku kepada Alloh SWT"

Alloh SWT. menyambut terhadap apa yang dibicarakan laki-laki tersebut melalui Malaikat. Ucapanmu yang barusan lebih dicintai oleh Kami (Alloh) dari pada ibadahmu yang sudah lewat, serta Alloh telah membukakan matamu, lihatlah olehmu bagaimana setan menggoda manusia.

Ibadah selama 70 tahun tidak menjadikan doa diijabah, sebab mungkin hatinya penuh dengan kotoran, akan tetapi dengan mengoreksi kesalahan diri (Ihtisabun-Nafsy), hanya dalam waktu beberapa menit saja bisa dibukakan hijab (penghalang) oleh Alloh SWT, dapat melihat bagaimana setan menggoda manusia sesuai dengan apa yang diminta oleh laki-laki tersebut.

Oleh karenanya, bagi Muridin dan Salikin harus sering-sering Ihtisabun-Nafsy, mengoreksi kesalahan diri pribadi agar dapat diqobul seluruh amal ibadah dan dikabulkan do'a sebagaimana yang diminta kepada Alloh SWT.

Syekh Juanedi al-Baghdady, ketika dia sedang melakukan sesuatu, dia melihat sorang pengemis, Syekh Junaedi berkata dalam hatinya: "andai aku kuat seperti dia, aku tidak akan minta-minta seperti dia, aku akan berusaha" . Kemudian malamnya ketika Syekh Junaedi beribadah tidak dapat ma'rifat, kemudian dia bertafakur apa kiranya yang menghalangi kepada kema'rifatan dirinya ?, ternyata yang menghalangi kepada ma'rifatnya adalah karena punya hati yang buruk kepada orang lain.

Hanya dengan sir hati seperti itu sudah menghalangi kepada datangnya ma'rifat, apalagi kalau dosa bertumpuk-tumpuk, dapat dibayangkan betapa sulit datangnya ma'rifat dan diqobulnya amal ibadah
posted by kafilah Islam team @ 3:03 AM  
Kafilah islam
Jalin Persaudaraan Antar Pribadi Muslim Demi Terwujudnya Kehidupan Islami Yang Penuh Ukhuwah Islamiyah Tuk Mencapai Ridho Allah swt Dengan Berdasar Cinta Allah swt dan Cinta Rosulullah Muhammad saw.
Pengumuman
Ikhwah fillah insya'alloh kita akan jelang Temu ikwah Kafilah islam Minggu 13 November 2005/ selepas lebaran insya'Alloh.
Dakwah terbaru
Arsip dakwah
Links

Jalin ukuwah

Ayat hari ini
Milis kafilah-islam
Click here to join kafilah_islam
join kafilah_islam
Affiliates
Kafilah-islam.org
© 2005 kafilah-islam.blogspot.com